Seharusnya hari ini saya bisa mengunjungi Masjid Imam Syafe'i yang terletak di daerah Sayedah 'Aisyah, tepat di jantung Kota Kairo. Berdekatan dengan Benteng Shalahuddin. Jika anda menyisir beberapa daerah di Mesir ini, maka sangat Familier sekali ruas jalan "Shalah Salim" yang bermula dari Benteng Shalahuddin yang biasa disebut "Qal'ah" oleh masyarakat sekitar. Tapi ah, biarlah ia mengalir dengan sendirinya. apa yang harus dikedepankan dan apa yang harus diakhirkan. Karena hidup ini adalah pilihan, selalu harus bisa memilah dan memilih. menyusun prioritas-prioritas.Tidak mesti yang dijadwalkan lebih awal harus kita kerjakan lebih awal juga, tetapi terkadang kita dituntut untuk mengedepankan hal-hal yang lebih urgen yang bisa jadi insidensial. bahkan acap kali harus mengorbankan jadwal-jadwal itu karena dinilai tidak memiliki kompetensi kepentingan yang cukup tinggi dibanding acara dadakan itu. Suasana Ramadhan memang sudah terasa dari seminggu yang lalu, kebisingan-kebisingan itu sudah mulai ditinggalkan Masyarakat Mesir. Jauh berbeda dengan kebiasaan di kota kecil tempat kelahiran saya (Malingping). di Malingping dan kawasan lain di tanah air juga saya kira, sangat terbiasa -jika tidak ingin disebut sebagai budaya- mengisi penyambutan Ramadhan dengan Acara "Munggahan" mungkin diambil dari Bulan sebelum Ramadhan yang biasa kami panggil dengan Bulan "Munggah". Lebih banyaknya mengisi Munggahan dengan "Plesiran" ke Pantai-pantai di jalur Selatan Banten. Biasanya ramai sekali, hampir seramai Hari Iedul Fitri. ada pantai Binuangeun, Bageudur, Talanca, yang jaraknya 4-27 KM dari titik tolak Terminal Malingping ke arah barat. Sedangkan yang lainnya ada pula yang memadati Pantai Suka Hujan, Pasir Putih, Karang Song-Song, Karang Taraje dan beberapa pantai lainya yang berada di sebelah timur Terminal yang sudah hampir 11 tahun berdiri dan sepi itu.
Sudah sekitar satu minggu yang lalu saya dan teman-teman se-Mantiqah (pemukiman) menjadwalkan Tarawih Tour. Memang tidak terlalu sulit untuk menjadwalkan Tarawih Tour ini, karena di Mesir banyak sekali Masjid. Hampir setiap radius 100 Meter, makanya Mesir dikenal juga dengan nama "Negri Seribu Menara". Kami memilih malam-malam ganjil untuk berkeliling ke Mesjid-mesjid yang sekiranya penting untuk diziarahi. Jadinya, terpilihlah 15 Mesjid yang ditargetkan. Di antaranya Mesjid Imam Syafe'i, Mesjid Al-azhar, Mesjid Husein, Mesjid Rab'ah Adawea, Mesjid Amr Bin Ash, dan beberapa Mesjid sekitar pemukiman kami.
Tapi fakta tidak harus sesuai rencana. Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Mesir kedatangan dua orang tamu beserta keluarga. Tamu itu bisa jadi tamu agung, karena memang sangat diharapkan dan tak disangka kedatangannnya. Adalah Bapak Agus Fuji, ketua Panitia Anggaran Legislatif Provinsi Banten dan Bapak Mas'a Toyyib, juga sebagai Dewan Legislatif Devisi IV Provinsi Banten sekaligus Senior kami; karena beliau sempat meminum air sungai Nil selama 7 tahun. Mereka transit di Kairo, dalam perjalanan Menjalankan Ibadah Umrah ke Tanah Suci.
Sudah sekian lama KMB memperjuangkan Pengayaan Wisma Daerah, yang ditelurkan oleh Bapak Bachtiar Aly, sebagai Duta Besar RI untuk Mesir pada saat itu. Yaitu terhitung dimulai pada awal tahun 2003. Entah karena memang kami yang tidak tahu birokrasi atau memang Pengayaan Wisma Daerah di Mesir untuk Provinsi Banten dinilai belum terhitung penting. Yang jelas, sampai saat tulisan ini ditulis Pengayaan Wisma Daerah untuk KMB belum sempat direalisasikan.
Adalah hari ini, titik terang itu mulai terlihat; Semoga. Kami berdialog lumayan panjang dalam waktu sempit Mereka. Sekitar kurang lebih tiga jam bertukar informasi. Pak Mas'a dalam pemaparannya berkali-kali mengajak kami untuk segera menyelesaikan jenjang pendidikan di sini dan segera pulang ke Kampung halaman alih-alih berlama-lama dengan mencari penghidupan di negri orang; karena menurut beliau Banten sangat membutuhkan tenaga-tenaga yang bersinergi untuk Pengembangan Daerah. Sedangkan Pak Fuji memaparkan Gambaran Provinsi Banten ke depan; dengan segala pembangunan dan seluk beluk birokrasi kepemerintahan. dan kami -melalui Dewan Pengurus- memaparkan kegiatan dan keadaan KMB saat ini.
Adalah saya, yang baru saja ditugasi untuk "Mengepalai" Pengayaan Rumah Daerah tersebut. jadi tentu saja segala kepentingan pribadi harus segera dienyahkan dari isi batok kepala ini. segera membatalkan Tarawih Tour untuk puasa perdana ini. Pertemuan itu lebih penting, karena menyangkut banyak orang. Lalu langsung saja, untuk langkah pertama adalah memangkas rambut yang sudah setahun ini dipelihara; tapi sebenarnya bukan hanya untuk alasan karena menemui mereka, tetapi juga ada beberapa alasan lain untuk memangkas rambut. Menghadapi Ramadhan juga termasuk salah satu alasan untuk itu.
Saya lebih kerasan untuk memanjangkan rambut. padahal terkesan Bader dan ugal-ugalan. entahlah, mungkin karena malas untuk rutin memangkasnya setiap bulan misalnya. disamping Warung-warung pangkas rabut di Mesir ini kurang begitu doyan dengan model pangkasan rambut Asia. dan tentu saja saya agak sedikit ogah kalau harus mengikuti model yang terasa "katro" untuk model potongan Pria Mesir yang Monoton. Sebenarnya bisa sih minta pangkasin rambut ke teman. tapi terlalu banyak merepotkan juga terasa sungkan.
Akhirnya Malam itu pula harus segera merampungkan Proposal Pengayaan Rumah Daerah. Mengumpulkan data yang diperlukan, contek sana-sini. Hingga tembus ke hari selanjutnya dan hanya sempat tidur 2 jam saja. Pagi hari ini kami menemui kedua Tamu itu di Hotel tempat mereka menginap di daerah Ma'adi. Setelah berbincang secukupnya, kami mengakhiri pertemuan singkat itu dan kembali ke sekretariat sewaan, tempat saya menulis ini. Dengan mata terkantuk-kantuk. Semoga "Titik Terang" yang kami mimpikan bisa segera terealisasikan, Amien.
Perjalanan Tarawih Tour jangan sampai terhenti, saya berbicara sendiri. dan kebetulan sebutlah Parjo (Nama panggilan) menghubungi saya lewat Ponsel malam itu, saat saya dan teman-teman Panitia menggarap Proposal. ini mungkin rangkuman pembicaraan saya dengan dia :
Saya (S) : "Assalamu'alaikum; ada apa jo?" Parjo (P) : "Wa'alaikumussalam; eh gi (panggilan saya) di mana lo?" S : "Gua di KMB, da apa jo?" P : "Kagak, itu gimana acara besok jadi kan?" S : "Weleh, kok besok? kan harusnya malem ini" P : "Lah, bukannya kata lo' kita mulainya awal Ramadhan?" S : "iya, kan malem ini awal Ramadhan jo. Tarawih Pertama. Kalau hitungan Hijriah kan dimulai dari Magrib lagi; bukannya Pagi" P : "ya.. kirain Gw mulainya besok" S : "iya, sory deh jo. gw juga kebulan tadi gak bisa en gak sempet ngasih kabar. di KMB ada tamu, Dewan Provinsi Banten. jadi gw kudu garap Proposal dulu deh malem ini" P : "ya udah, kapan balik lo?" S : "Besok paling.." P : "ya udah deh, o, ya ntar tolong bawain hardisk si lativi dong di KMB" S : "ya udah sip" P : "trus, besok gimana" S : "kita ngambil tanggal ganjil aja deh jo. berarti besok lusa aja ke Mesjid Imam Syafi'i" P : "o, ya udah.. makanya lo balik dulu" S : "Ok! sip, Insya Allah besok Gw pulang"
Ah, semoga malem ke-tiga tidak ada hambatan. Semoga ! Terima kasih untuk yang sempat kirim sms ucapan Ramadhan, Mohon ma'af belum sempat membalasnya. Asep Hideung; Neng Dudun; Keluarga Pak Hilman di Rab'ah. Semoga Ramadhan tahun ini lebih bisa bersinergi. Semoga !