<body topmargin="0" bottommargin="0" leftmargin="0" rightmargin="0"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5503041?origin\x3dhttp://catatansangkakala.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Dikirim 30.4.08    
PATOKAN UMUM 

Perjalanan hidup tidak sesederhana yang saya bayangkan. Semakin sulit membedakan, mana yang wajar; dan mana yang sebaliknya.

Bisa jadi, saya orang yang terlambat dewasa memahami pluralitas, tarik-ulur, baik-buruk, tinggi-rendah, dan tentunya dengan setiap gradasi-gradasi dalam setiap masing-masing susunannya.

Mungkin juga, keadaan yang belum berkenan menunjukkan jalan yang kemudian bisa dijadikan patokan untuk berinteraksi. Patokan standar. Tapi lagi-lagi, patokan standar selalu dikembalikan kepada pendapat umum yang belum pasti menjadi sebuah kebenaran.

Mencari dan mempertahankan kenyamanan menjadi sesuatu yang harus dibayar mahal. Bukan hanya dengan materi, tapi terutama dengan dan oleh konsekwensi-konsekwensi yang terkadang mengganggu kenyamanan itu sendiri.

Tapi, kehidupan harus melulu sejajar dengan tuntutan. Karena kehidupan adalah tarik-ulur, sebab-akibat, neraca.


Taman Azhar
Selasa, 22 April 2008.


Dicatat oleh Unknown, Jam 9:22 AM |